2 Mei 2013

Review: IRON MAN 3

gambar diambil di sini. terima kasih

Sutradara : Shane Black 
Produser : Kevin Feige 
Penulis Naskah : Drew Pearce, Shane Black 
Pemain : Robert Downey Jr, Gwyneth Paltrow, Ben Kingsley, Guy Pearce, Rebecca Hall, Stephanie Szostak, Jon Favreau, James Badge Dale 
Genre : Action, Fantasi 
Studio : Marvel Studios 
Distribusi : Walt Disney Pictures, Motion Pictures  
Tanggal Rilis Perdana : 25 April 2013

Iron Man 3 , film action impor dari Amerika ini memang sedang ramai dibicarakan. Langsung aja ya, dalam review ini saya gak mau nyeritain alur cerita film dari awal sampe akhir, nanti malah jadi spoiler. Saya cuma mau komentar tentang film ini. Well, kalo bahasa CS-nya (CS = Cultural Studies) adalah mengkritisi. Semoga opini saya benar-benar bisa dikategorikan ‘kritis’ (^^)9

Pertama, saya gak pernah nonton Iron Man 1 dan 2. Tapi saya bukan tipe orang yang harus ngerti jalan cerita sebuah film dari awal, apalagi untuk film – film Hollywood. Menurut saya, film – film Hollywood yang ada sekuel kedua , ketiga, dst itu tetap nonton-able. Cerita dalam film tersebut tetap bisa dimengerti walaupun kita gak tau cerita di film sebelumnya karena sifatnya hanya sequel, bukan bersambung.

Makanya saya agak aneh sama orang yang gak mau nonton Iron Man 3 cuma gara – gara belum nonton yang ke 1 dan 2. Tapi whatever sih ya, setiap orang kan beda – beda. Mungkin saya orang yang kalo nonton film bisa loncat – loncat. Contohnya aja, saya udah nonton Harry Potter 7 bagian I dan II, tapi sampai sekarang belum nonton Harry Potter 6. Hehehe :3


Salah satu hal yang menjadi perhatian saya dalam Iron Man 3 adalah kata ‘Pakistan’ yang beberapa kali disebut. Sejujurnya, tempo yang sangat cepat membuat saya tidak bisa menangkap dengan jelas mengapa musuhnya ini, Aldrich Killian (diperankan oleh Guy Pearce), mengirimkan video kerusuhan, penembakan, dan pengeboman di suatu tempat (yang saya kira adalah negara – negara timur) kepada presiden.

Selain itu, juga ada bebarapa scene dimana Iron Patriot atau War Machine muncul dihadapan wanita – wanita bercadar dan pria – pria muda bersorban, dan melakukan semacam pengancaman gitu. Well, walaupun di scene ini pada akhirnya memang dibuat lucu, tanpa kekerasan sedikit pun.

Yang saya pertanyakan adalah kenapa harus dengan orang – orang yang identitasnya merepresentasikan masyarakat atau warga dari negara tertentu?

Satu – satunya makna tersirat yang saya tangkap hanyalah tentang ketegangan yang terjadi antara Amerika dengan negara – negara timur sampai saat ini. Kedua belah pihak saling berlawanan, oposisi biner (istilah CS lagi), ada yang superior dan inverior, sehingga pasti ada pihak yang diuntungkan dan yang dirugikan. Ah lagi – lagi penggiringan opini terhadap kubu tertentu.

Hal kedua yang menarik bagi saya adalah tentang peran wanita. Hahahaha, ini gara – gara mata kuliah Gender Media dan Cultural Studies yang terus menerus membahas tentang peran wanita dan pria yang katanya merupakan hasil kontruksi media.

Sosok wanita dalam film ini masih tidak jauh beda dengan film – film pada umumnya. Ibarat makanan, wanita hanya sebagai garnish. Cuma jadi penghias, menyegarkan pandangan kaum pria pada khususnya.

Terlihat dari scene dimana The Mandarin palsu, yang kakek – kakek itu, menyimpan dua wanita berbusana bikini di kamarnya. One word from me to describe him : Gilo.

Belum lagi yang scene dimana tiba – tiba ada sejenis kontes kecantikan yang semua pesertanya berbikini ria. Scene yang ini benar – benar cuma intermezzo. Setelah aksi kejar – kejaran yang menegangkan antara Tony Stark dan anak buahnya The Mandarin, penonton seolah diberi ice breaking.

Tapi saya suka peran wanita utama dalam film ini. Pepper Potts ( diperankan oleh Gwyneth Paltrow), tidak hanya diceritakan sebagai pendamping atau pacar dari Tony Stark, tidak hanya sebagai penghias, tapi juga diceritakan bahwa beberapa kali Pepper menyelamatkan Tony. Ini artinya, jaman sekarang perempuan juga bisa melindungi laki-laki. Perempuan gak lagi dideskripsikan mainstream sebagai makhluk terlemah di muka bumi yang tidak berdaya, tidak bisa berbuat apa – apa, harus selalu dilindungi dan menjadi objek utama yang harus diselamatkan.

Walaupun Pepper memang sempat dijadikan sandera untuk memancing kemunculan Tony Stark ke sarangnya The Mandarin,  tapi paling gak, masih diperlihatkan sisi perlawanannya. Pepper gak cuma pasrah nunggu Iron Man datang untuk menolong


Dan yang terakhir adalah tentang the most romantic scene. Setiap nonton film, saya akan selalu mencari bagian atau adegan atau kata – kata yang paling saya suka. Dalam Iron Man 3, film yang notabene ber-genre action dan fantasi, namun tetap saja tidak benar – benar lepas dari unsur romantic. Tentang Tony Stark yang selalu ingin melindungi Pepper dan Pepper yang menganggap perhatian Stark telah beralih pada robot – robot kesayangannya itu. Surely, wanita memang makhluk yang tidak suka berbagi dalam hal apapun, temasuk perhatian.

Adegan yang paling romantic menurut saya ada di bagian akhir, ketika Pepper terseret mesin, Tony mengejar dan kemudian menyuruh Pepper untuk melepaskan pegangannya alias menjatuhkan diri.

“Lihat aku! Aku akan menangkapmu! Percaya padaku!”, ya kurang lebih seperti itu kalimat yang diucapkan oleh Tony Stark. Lalu kamera mengambil gambar keduanya bergantian secara close up, terlihat ekspresi wajah Tony Stark yang penuh kesungguhan bercampur dengan kecemasan akan keselamatan Pepper.. *terharu* *ambil tisu*

Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Tony Stark, Pepper pun kemudian menjatuhkan tubuhnya. Well bisa diambil pelajaran disini untuk para pria, bahwa setelah kalian mendapatkan kepercayaan dari wanita , sebaiknya jangan disia-siakan. Kepercayaan itu harusnya disyukuri sih ya.. dan sesungguhnya wanita hanya akan benar – benar percaya pada orang yang ia cinta *eaaah


Over all, aksi Tony Stark sang Iron Man dan semua intrik yang terjadi sepanjang film ini keren banget. Mengutip salah satu tweet review tentang Iron Man 3 oleh salah satu penulis, blogger, sekaligus selebtweet kokoh @aMrazing, he said that, “Iron Man 3 has everything. The action, the jokes, the twists and oh boy, those armors are so freaking awesome”, and yes. .absolutely I agree with his statement! 

Film ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang ingin membunuh waktu 130 menit tanpa terasa, perasaan baru duduk tapi tiba – tiba filmnya udah abis. Selamat menonton :D

3 komentar:

  1. Film ini bener bener keren ..
    mampir juga diblog saya mbak,
    saya tunggu Comment baliknya ... Hehehehee


    @!# www.surindersurisahni.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Huwaaa jadi pengin nonton Iron Man 3 :)

    Kemarin sempet galau pengin nonton 9 Summers 10 Autumns atau Iron Man 3. Akhirnya nonton 9 Summers 10 Autumns duluan.
    Mampir ke blogku juga ya, ada beberapa review buku *semoga suka :D

    arlinsafitri.blogspot.com

    BalasHapus
  3. permisi min, yg mau nonton full film onlinenya visit ya http://adf.ly/OZSzA

    BalasHapus

Leave your comment here :D