23 Jun 2014

23

dua puluh tiga juni datang lagi.
tahun ini semua berjalan lancar kecuali urusan skripsi.
orang tua yang senantiasa mendampingi.
teman-teman terbaik yang selalu di sisi.
dan lelaki yang sudah lima bulan mengisi relung hati.

terima kasih untuk semua yang telah Kau berikan, Tuhan.

doa tahun ini ada tiga.
mama papa sehat selalu.
segera meraih gelar sarjana.
satu persatu mimpi menjadi nyata.

selamat ulang tahun, raudha.
dewasalah,
bahagia selamanya.
:)

13 Jun 2014

Pesan Semangat

Mut, bangun dong Mut!

“Masih subuh, Tal. Udah berisik aja.”

Ini udah siang kali. Liat deh jendela udah dibuka. Si Bos udah pergi.

“Eh iya ya udah siang. Dan si Bos selalu membiarkan aku berantakan seperti ini setiap hari. Hmph.”

Kamu tau sendiri Bos kita orangnya kayak gimana. Bangun telat dan selalu buru-buru berangkat ke kampus.

“Semalem dia begadang lagi?”

Iya. Sampe jam 3 masih ngadep laptop. Kadang aku kasihan ngeliat si Bos.

“Hmm..sesuai dugaanku. Liat aja kasur yang penuh dengan buku dan kertas-kertas.”

Kayaknya bikin skripsi itu ribet banget yak.

“Resiko jadi mahasiswa.”

8 Jun 2014

Sunset: Behind The Story

“Makasih ya sunsetnya.”

“Kenapa bilang makasih?”

“Karena menurutku sunset itu hadiah.”

“Kenapa?”

“Tiap kali melihat sunset, aku seperti mendengar ada yang berkata, "Selamat, kamu sudah melakukan yang terbaik untuk hari ini, dan sunset adalah hadiah untukmu.”

***

Aku tersenyum mendengar apa yang ia katakan saat itu. Saat aku mengajaknya melihat sunset dari atas bukit di belakang rumah kami, di mana kiri dan kanan jalan setapak yang kami lewati tumbuh ilalang-ilalang tinggi.

Semburat jingga yang dipancarkan oleh senja kala itu menemani langkah kakiku dan dia. Menjadi saksi dari jari-jari kami yang saling menggenggam. Erat.

Banyak hal yang kami bicarakan selama perjalanan. Mulai dari yang tidak penting untuk diperdebatkan, seperti kenapa senja itu berwarna jingga, sampai dengan bercerita tentang mimpi.