27 Feb 2013

Short Story: Tidak Mau Berbagi!

“Raka mana?”, pertanyaan pertama yang keluar dari bibirku ketika tidak sengaja bertemu Dendi dan Sony, sahabat Raka, di parkiran kampus.

Raka baru saja pergi, beberapa menit sebelum aku datang, kata Sony. Yap, Dewi Fortuna belum berpihak padaku. Setelah liburan semester selama sebulan yang menyebabkan aku tidak bisa bertemu Raka, hari pertama ngampus ini pun aku masih belum bisa melihatnya.

“Kalian tau dia kemana?”, pertanyaan lainnya pun menyusul. Di hadapan Dendi dan Sony, aku berusaha semaksimal mungkin menjaga ekspresi wajah, agar mereka berdua tidak menangkap kekecewaan di mataku.

Raka pergi ke rumah Indi. Deg, waktu Dendi menyebut nama “Indi”, jantungku rasanya jatuh ke kawah Jonggring Saloko. Aku merasa matahari bersinar 9999 kali lebih terik dari biasanya. Panaaaas!

26 Feb 2013

Mungkin

Apa kamu tau akibat dari hadirnya seseorang di masa lalu pada kehidupanmu di masa sekarang?

Kehadirannya hanya akan memporak porandakan susunan hati yang telah rapi
Kehadirannya hanya akan membuatmu menoleh ke belakang
Kehadirannya hanya akan membuatmu ragu pada sebuah keputusan

Mungkin api harapan itu masih menyala
Walau terangnya tak lagi nyata
Redup seiring berjalan dengan hati yang telah tertutup
Penantian yang telah berakhir karena benci pada ketidakpastian

Mungkin degup itu masih ada, setiap kali kamu mengukir namanya
Walau dengan mata tertutup, kamu pun masih hafal dengan suaranya

Mungkin sesekali kerinduan itu akan terasa
Tapi satu hal yang aku tau,
Yang telah pergi sebaiknya tidak pernah kembali

catatan : pernah diposting di note facebook beberapa tahun yang lalu :)

21 Feb 2013

Surat Cinta ke-5


dear you,

setiap kali membuka blog ini, hal yang tidak pernah lupa untuk ku lihat adalah data statistik pengunjung.

berapa orang setiap harinya..
postingan mana saja yang dibuka..
aku memantaunya setiap waktu

berharap bahwa kamu ada diantara salah satu dari mereka

berharap namamu muncul di layar ponselku lagi

berharap matahari tidak tenggelam terlalu cepat sore itu

berharap kita bisa bertemu kembali, suatu hari nanti

love,
R

15 Feb 2013

everything is going to be fine ^^9

Saya adalah orang yang gampang cemas, panik, stress, nervous, dan mudah mengkhawatirkan hal-hal yang kadang sepele. Intinya, saya orang yang paling gak bisa woles (meminjam istilah yang lagi nge-trend saat ini).

Saya panik tiap kali mama papa tiba-tiba menelpon tengah malam. Seolah-olah sesuatu yang buruk terjadi. Padahal nyatanya mereka hanya ingin menanyakan kabar saya. Menanyakan pertanyaan-pertanyaan standar yang biasa ditanyakan oleh orang tua kepada anak.

Ketika di bangku sekolah (SD sampai SMA), saya panik dan nervous setengah mampus tiap kali lupa bawa buku PR, tiap kali mau ulangan atau ujian, dan tiap kali pengumuman remidi ditempel di papan.

Musim SNMPTN (mulai dari bimbel sampai ujian), tingkat stress yang saya rasakan semakin menggila. Pusing, mata berkunang-kunang, perut mules, tangan dingin, dan gejala yang sangat tidak menyenangkan lainnya, semuanya campur aduk jadi satu.

Ketika saya masih di Wearnes, tepatnya H-1 ujian mc. Excel , lagi-lagi kekhawatiran berlebihan itu muncul. Saya masih ingat, salah satu asisten lab yang prihatin terhadap wajah stress saya, dia berusaha menenangkan saya dengan berkata, “Soalnya gak akan sesulit yang kamu bayangkan, Rau..”.

Dan sampai saat ini, tiap kali saya memikirkan sesuatu dengan berlebihan, membayangkan hal-hal buruk yang padahal belum tentu terjadi, apa yang dikatakan oleh asdos saya itu akan selalu saya ingat. Tidak akan sesulit seperti apa yang saya bayangkan.

9 Feb 2013

Review: TRIASMARA


Triasmara, ketika cinta harus segitiga.

Tagline-nya lah yang membuat saya jatuh cinta, hingga akhirnya memilih novel ini diantara sekian banyak judul novel yang bikin bingung.

Iya, jaman sekarang kalo mau beli nover harus rajin nyari review dari orang-orang yang (paling tidak) udah pernah baca. Ini buat meminimalisir kekecewaan. Jangan sampe udah beli mahal-mahal dan ternyata ceritanya gak bagus.

Milih novel aja bingung, apalagi milih pacar.

*fokus Rau, fokus...*

Lolita Lavietha yang akrab dipanggil Loli ini juga salah satu penulis di buku “Rasa Cinta”. Rasa Cinta adalah sejenis buku yang terdiri dari kumpulan cerita cinta, yang menggunakan berbagai macam jenis makanan sebagai benang merah, yang kemudian dikaitkan dengan cerita cinta.

Di Rasa Cinta, Loli menulis beberapa cerita, salah satunya berjudul “Silly Sissy”. Inilah pertama kalinya saya membaca tulisan Loli yang sweet dan cewek banget.

Awalnya emang agak ragu buat milih Triasmara. Karena latar ceritanya adalah SMA. Yap, saya udah gak begitu suka cerita anak SMA. Tapi, setelah saya pikir-pikir lagi, apa salahnya flashback sesaat ke masa putih abu-abu itu? Apa salahnya mentertawakan hal-hal konyol yang terjadi pada waktu itu? Gak ada salahnya untuk rehat sejenak, menoleh ke belakang, melihat lagi apa saja yang telah terlewati.
gambar diambil disini. terima kasih.