Dear, Baymax
Seandainya saja kamu benar-benar ada di dunia ini.
Aku membayangkan kamu keluar dari kotak merah itu ketika
mendengar isak tangisku
Lalu kamu akan
berkata, “Hello, I’m Baymax. Your
personal healthcare companion. Aku mendengarmu menangis, apa yang terjadi?”
Aku bergeming. Kau pun tidak sabar menunggu jawabanku, hingga
akhirnya kau melontarkan pertanyaan baru.
“Dari skala 1 sampai 10, bagaimana rasanya sakitmu?”
“9” ucapku.
Kemudian kau akan memindai tubuhku. Hanya butuh beberapa
detik untukmu tau apa yang sebenarnya terjadi padaku.
“Kau tidak mengalami cedera fisik. Namun, level hormon dan
syarafmu menunjukkan adanya perubahan mood.” katamu kemudian.
Aku terdiam.
“Kau adalah pasienku. Aku ingin membantumu.” katamu lagi.
Lalu aku akan memberi jawaban yang sama seperti apa yang
dikatakan Hiro, “Kau tidak bisa mengobati ini, sobat.”
Kemudian kau meletakkan tanganmu di atas laptop. Kau bilang
kau sedang mengunduh database tentang kehilangan seseorang.
“Database sudah terunduh. Perawatan pertama, kontak dengan
teman dan orang-orang yang dicintai.”
Kau berhenti sejenak. Lalu kau berjalan pelan ke arahku.
Menyingkirkan sebuah bangku yang menghalangi jalanmu. Sesampainya di hadapanku,
kau langsung memelukku.
“Apa yang kau lakukan, Baymax?” tanyaku.
“Perawatan lain adalah rasa sayang dan penghiburan fisik.” kau
menjelaskan.
“Terima kasih, Baymax. Aku baik-baik saja.”
“You will be alright.” Kau menepuk-nepuk kepalaku pelan.
Aku melingkarkan tanganku di tubuhmu yang sangat besar itu.
Tadashi Hamada benar, tubuhmu yang terbuat dari Vynil membuatmu menjadi figur bersahabat
yang sangat nyaman untuk dipeluk. Tangisku pun pecah dipelukmu.
“Tidak apa-apa kalau kau ingin menangis. Menangis adalah
respon alami akibat rasa sakit.” ujarmu.
Tangisku reda. Kau bilang bahwa keadaanku sudah lebih baik
dari sebelumnya, dan kau sudah bisa di-non-aktif-kan kapanpun aku mau. Tapi, kau
tau, aku tidak akan melakukan itu. Aku tidak akan mengatakan, “I’m satisfy with your care”, yang bisa
membuatmu menyusut kembali ke dalam kotak merah. Aku tidak ingin kau meninggalkanku.
Tetaplah di sini, temani aku, karena aku sedang tidak bisa sendiri.
Tadashi Hamada menciptakanmu agar kau bisa membantu banyak
orang di masa depan. Tapi Baymax, aku butuh bantuanmu di masa sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Leave your comment here :D