10 Jan 2014

On Project: Randomly Try to Fall in Love

pic source
Berikut adalah beberapa cara yang harus anda lakukan untuk melupakan mantan: hapus nomor telponnya, block semua situs jejaring sosialnya, buang semua barang atau hadiah darinya, bakar semua foto-fotonya, delete playlist lagu-lagu tentang dia, dan yang terakhir jangan lupa jedutkan kepala ke tembok supaya hilang ingatan.
 
Entah di mana aku membaca tips konyol itu, tapi percaya atau tidak, aku benar-benar melakukan semua point yang disarankan. Kecuali poin terakhir tentu saja.

Bagaimana cara melupakan mantan? Tidak aja jawaban selain “jadilah penderita amnesia”. Namun jika pertanyaannya sedikit diubah menjadi, “Bagaimana cara berhenti mencintai mantan?” Jawabannya adalah cintai orang lain. Ehem, ini teori ciptaanku sendiri yang belum teruji kebenarannya.

For God’s sake, seandainya jatuh cinta bisa direncanakan, pasti istilah “susah move on” tidak akan pernah ada. Seandainya kita bisa membuat planning untuk menyukai si A atau si B, seandainya si cinta ini datangnya ketuk pintu dulu, bukan tiba-tiba ada dan masuk ke hati begitu saja. Bahkan anehnya lagi, kadang kehadirannya tidak kita inginkan. Si cinta memang suka seenaknya sendiri!

“Gila ya, masak aku suka sama dia? Ya gak mungkinlah! Tapi kenapa deg-degan gini? Harusnya kan biasa aja?! Hih!”. Denial demi denial yang kita ciptakan pun gak akan berguna. Karena kita semua tau bahwa salah satu hal yang paling sulit dilakukan di dunia ini adalah membohongi diri sendiri.

Ketika kita suka atau tidak pada seseorang, hati adalah bagian dari diri kita yang pertama kali tau. Tapi bagian-bagian lain, seperti otak, atas nama rasionalitas selalu menyangkal dengan memunculkan alasan-alasan yang seringnya gak masuk akal.

Jadi berdasarkan ide pokok utama -tentang jatuh cinta yang tidak bisa direncanakan- inilah aku dan dia membuat sebuah proyek gila. Proyek yang ia beri nama Randomly Try to Fall in Love.

Garis besarnya, aku dan dia akan mencoba untuk saling jatuh cinta. Well, mungkin terdengar ekstrim. Bagaimana kalau diganti dengan “mencoba untuk mengenal lebih jauh satu sama lain” atau “mencoba mencairkan hati yang terlanjur beku” atau “belajar memberi kesempatan dan mengenal orang baru” atau “belajar untuk mau memulai sesuatu dari 0 lagi”? Ya ya, sepertinya itu semua lebih tepat dibandingkan dengan “mencoba untuk saling jatuh cinta”.

Tujuan dari proyek ini adalah pertama, menggeser posisi “calon” pacar yang tidak jelas dan tingkahnya juga sering melelahkan. Kedua, menghindari jari yang secara tidak sadar suka scroll trackpad ke bawah untuk mencari nama mantan (untuk menghubungi atau sekedar stalking). Ketiga, supaya handphone tidak kehilangan fungsinya karena seharian tidak berdering. Keempat, supaya ide-ide menulis kami bisa kembali mengalir.

Selain itu proyek ini juga dijalankan dengan aturan main.

Rule pertama adalah backstreet. Jelas aku dan dia tidak ingin teman-teman kami senusantara gempar karena proyek gila ini. Jadi kita memutuskan bahwa cuma kita berdua dan Tuhan yang tau. Tidak ada kode-kodean di social media dan sejenisnya. Tidak ada curhat-curhatan ke orang-orang yang berpotensi membuat proyek ini bocor.

Rule kedua, no boundary attachment. Masing-masing boleh menyukai perempuan/pria lain. Proyek ini tidak membuat kedua belah pihak saling terikat.

Rule ketiga, akan lebih baik kalau ada pihak yang cemburu. Jadi di sini adanya rasa cemburu itu sangat dianjurkan. Walaupun aku ragu apa aku bisa cemburu, secara dari dulu aku sudah terbiasa melihatnya dikelilingi wanita.

Rule keempat, tidak ada batasan waktu. Proyek ini hanya akan berakhir kalau salah satu pihak tidak bisa lagi mengatasi rasa bosan.

Rule kelima, aturan tambahan bisa didiskusikan dan disepakati bersama di kemudian hari.

Aku deal.

Dia deal.

Proyek ini resmi berjalan ketika kalimat “selamat tidur” menjadi ucapan perpisahanku padanya sebelum memasuki alam mimpi. “Selamat pagi” menjadi sapaan darinya untukku saat matahari terbit. Dan obrolan bodoh yang menemani kami sepanjang hari.
Sometimes the best conversations are the ones that lead to nowhere –Critical Eleven
What am I doing now? I just try to forget (and forgive) my past and start to find who’ll be my last.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comment here :D