23 Okt 2013

Definisi Bahagia

Setiap orang tentunya punya definisi bahagia sendiri-sendiri. Bisa lebih dari satu, bisa karena apapun, bisa karena siapapun. Kita bebas menentukan karena kita yang merasakan.

Hari ini, 22 Oktober 2013, banyak hal yang menuntut saya untuk bersabar. Saya yang notabene bukan orang yang sabaran, mau tidak mau, suka tidak suka, sekarang sedang dihadapkan dengan sesuatu yang solusinya cuma satu, yaitu sabar.

Jam konsul yang diundur 4 jam, terjebak hujan ketika akan kembali ke kampus, hingga kekecewaan karena belum berhasil membuahkan acc ujian, membuat saya harus menahan keinginan untuk tidak “menjedutkan” kepala ke tembok.

Everything’s going to be fine, mantra yang selalu saya bisikkan pada diri sendiri ketika pertahanan mulai melemah. Ini belum seberapa, batin saya.

Hitung-hitung buat tambahan pengalaman yang bisa saya ceritakan ke anak cucu nantinya, tentang bagaimana perjuangan di bangku kuliah yang belum apa-apa kalau dibandingkan dengan perjuangan hidup yang sesungguhnya (halah).

Sepulang dari kampus, saya menikmati ritual aroma terapi alias mandi. Katanya, wangi-wangian itu sangat ampuh untuk memulihkan mood. Segala sesuatu yang berbau “wangi” itu secara tidak langsung bisa membuat perasaan kita senang. Dan saya sudah membuktikan, mandi dengan sabun sebotol memang bisa memperbaiki mood, dan membuat mata mengantuk.

Kita semua tau kalau tidur adalah cara melupakan sesuatu untuk jangka waktu tertentu.

Selesai mandi, saya sudah hampir ketiduran. Tapi karena ingat belum menyiapkan outline yang besok harus dikumpulkan, laptop pun terpaksa harus saya nyalakan. Kalau laptop ibarat raga, maka modem adalah jiwanya. Koneksi internet pun tersambung dengan sekali klik.

Setiap kali internet nyala, yang pertama kali saya buka adalah blog dan email. Yap, saya rutin membuka dua alamat itu hanya untuk memeriksa apakah ada komentar baru yang masuk (di blog), yang notifikasinya juga akan masuk di email.

Tampilan dashboard blog pun muncul. Saya langsung membuka laman statistik. Iya, saya juga rutin memeriksa berapa orang yang berkunjung ke blog saya setiap harinya, dan postingan mana yang hari ini paling ramai dibaca. Memeriksa dua hal ini juga membuat saya bahagia. Apalagi kalau melihat angka-angka yang tertera meningkat tajam dari hari sebelumnya.

Sambil menunggu laman terbuka, secara tidak sengaja mata saya melirik bagian bawah dashboard. Di sana terlihat postingan-postingan baru dari blogger yang saya follow.

1 detik, 3 detik.

Saya mengerutkan kening. Memastikan bahwa saya tidak salah membaca.

1 detik, 3 detik.

Saya menyadari bahwa kedua ujung bibir mulai naik ke atas. Ada perasaan senang yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata.


***

Sekitar seminggu yang lalu, saya menulis resensi sebuah novel di blog ini. Awalnya tidak ada niatan sama sekali untuk dikirimkan ke #ResensiPilihan yang diadakan Gramedia Pustaka Utama tiap minggu. Resensi itu cuma buat menuh-menuhin blog, itu saja.

Tapi setelah dipikir-pikir, kenapa tidak sekalian? Akhirnya saya kirim link postingan dari resensi novel tersebut ke akun twitter GPU.

Beberapa hari setelahnya, tidak ada pengumuman apapun tentang #ResensiPilihan itu. Mungkin sudah ada pemenangnya, begitu pikir saya. Sama sekali tidak ada keinginan membuka timeline si GPU guna memeriksa #ResensiPilihan minggu ini sudah ditentukan atau belum. Secara yang ikut juga banyak, jadi saya gak ngarep banget bisa terpilih.

Tapi emang ya, yang gak niat dan gak ngarep itu biasanya menang? ;)

***

Hadiah dari #ResensiPilihan adalah satu buku terbitan GPU yang judulnya dipilih sendiri. Mungkin hadiahnya memang tidak seberapa. Tapi lebih dari itu, yang membuat saya senang adalah tulisan saya dibaca banyak orang. Terpajang di blog Gramedia Pustaka Utama (di sini) yang kemudian di-link ke blog saya. Dan bagi saya semua itu sudah lebih dari cukup.

Saya bahagia ketika tulisan saya dibaca. Menurut saya, itu merupakan apresiasi tertinggi untuk semua penulis (definsi penulis: semua orang yang menulis). Ada orang-orang yang bersedia menyisihkan waktunya untuk membaca tulisan kita, mengetahui apa yang kita pikirkan. Menyenangkan, bukan?

Pada akhirnya, bahagia bisa bersumber dari hal-hal kecil dan sederhana.

Jadi, apa definisi bahagiamu? :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comment here :D