3 Jan 2016

2016: Titik Awal

Hulla.
 
Seperti ritual dari tahun ke tahun, tulisan pertama di tahun yang baru biasanya berisi tentang kilas balik di tahun sebelumnya, dan juga tentang apa-apa saja yang mau kita capai di tahun yang baru.

Bagiku, tahun 2015 adalah tahun yang berat. Tahun yang penuh dengan cobaan dan ujian. Mulai dari awal tahun di mana aku harus ngebut mengerjakan bab 4 skripsi karena gentar melihat 2 orang teman dekat sudah maju ujian kompre. Kemudian ujian di bulan Maret, dan dibantai habis-habisan di ruang ujian karena melakukan kesalahan tolol yang berakibat nangis 3 hari pasca kompre (walaupun sebenarnya lulus dan nilai juga gak jelek-jelek banget sih). Kemudian di bulan April bertengkar hebat dengan sang pacar yang berakibat bubarnya hubungan kami. Walaupun bulan Mei yudisium dan bulan Juni wisuda, tapi entah kenapa semuanya terasa hambar, mungkin karena waktu itu masih otak masih kacau dan masih terseret-seret perasaan sedihnya patah hati.

Tidak berhenti sampai di situ, di bulan Juli Papa pun semakin drop kondisinya, dan wacana untuk segera melakukan kateterisasi jantung semakin mencuat, dan aku harus siap dengan opsi operasi By Pass kalau memang dokter menganjurkan demikian. Bulan Agustus sempat piknik sebentar ke Jogja, dengan alasan untuk menyiapkan beberapa dokumen guna melanjutkan S2. Bulan September-Oktober-November disibukkan dengan persiapan operasi Papa (ternyata dokter lebih menganjurkan operasi daripada pasang ring). Di akhir tahun, bulan Desember ditutup dengan operasi Papa yang dari sebelum hingga sesudahnya itu banyak sekali drama yang terjadi di keluarga. Walaupun aku tidak henti-hentinya bersyukur karena semua itu sudah terlewati dengan baik. Operasi yang lancar, Papa yang kuat, dan Mama yang mendampingi pun tak kalah hebat. I’m so grateful to be born as their daughter.


Oh iya ada satu lagi yang membuat 2015 menjadi tahun yang penuh ujian, apalagi kalau bukan 6 bulan pasca wisuda dan udah masukin lamaran ke sana ke sini tapi belum ada panggilan juga. Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin Allah memang ingin memberi segalanya di waktu yang tepat. Mungkin 2015 memang belum waktu yang tepat untukku mendapat pekerjaan, karena memang aku sangat sibuk mengurus berbagai macam hal terkait dengan operasi Papa. Seperti halnya respon yang kudapat ketika aku mengutarakan niatku untuk mencari kerja kepada Tante. She said, “Ngapain nyari kerja? Kayak kurang kerjaan aja adek ini.”

Ya, kerjaan sih banyak. Tapi nggak menghasilkan duit. Hiks.

In this new year, exactly I have so many hopes. Ada banyak hal yang ingin ku wujudkan. Mulai dari mendapat pekerjaan, hingga bisa menulis sebuah buku (walaupun belum punya bahan).

Tentang menulis buku ini sebenarnya terinspirasi dari seorang bapak-bapak yang ku temui di rumah sakit, yang setelah kita ngobrol banyak hal tentang pekerjaan dan hobi kemudian ia mengatakan padaku, “Kalau saya bilang, kamu bisa menulis, dan suatu hari nanti kamu menerbitkan sebuah buku. Apa kamu percaya itu?” yang langsung ku jawab dengan “Nggak percaya, Pak.” dan memberi alasan bahwa aku belum pernah menulis ‘serius’ sebelumnya. Tapi beliau terus memberiku semangat dan dorongan bahwa aku bisa. 

Entah kenapa kalimat di Bapak terus terngiang di telingaku, yang membuatku –terus terang saja- menjadi sangat excited dengan wacana menerbitkan buku! Hhhhh.

Tapi, entah kenapa juga, tiba-tiba seorang teman menghubungiku dan bertanya.
 
“Rau, kamu gak pengen bikin novel a?”

“Pengen. Kalau aku bikin, kamu mau beli a?” aku menjawabnya dengan gurauan.

Tapi ternyata dia serius. Dia bilang ingin aku menuliskan ceritanya dengan teman-teman bandnya. Yang aku respon dengan beberapa kali “Ha?” karena saking gak percayanya.

Kemudian setelah beberapa kali mengatakan bahwa aku butuh cerita yang jelas tentang teman-teman bandnya itu, dan dia menyanggupinya, aku pun menyetujui ide pembuatan novel tersebut.

Mungkin ini adalah hal yang paling membuatku bersemangat mengawali tahun 2016. Semoga aku benar-benar bisa menuliskan kisah perjalanan band temanku ini, yang bandnya pun sangat ku sukai (beberapa kali aku sempat menonton aksi mereka di panggung) dan tidak ada yang lebih menyenangkan dari menulis segala hal tentang apapun atau siapapun yang kamu suka.

Aku tidak tau kejutan apa yang akan ku terima di tahun ini, but I just try to believe that it’s something good. Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comment here :D