25 Sep 2014

Better

Dulu aku kira kalimat "aku tidak cukup baik untukmu" hanya sebuah kamuflase untuk menutupi makna sebenarnya. Kalimat yang dirancang sedemikian rupa untuk menjaga perasaan seseorang. Atau yang lebih parah, sebagai ganti dari kalimat "maaf, aku tidak menyukaimu" yang tidak sanggup untuk diucapkan.

Ya, dulu aku berpikir begitu.

Namun ternyata mengira-ngira dan merasakan sendiri adalah dua hal yang jauh berbeda.

Sebab, entah sejak kapan aku merasa bahwa aku tidak cukup baik untuknya.

Tidak, itu bukan kamuflase. Aku mengatakan bahwa aku tidak cukup baik untuknya, dan apa yang kukatakan adalah makna sebenarnya.

He deserves better than me.

Mungkin sulit untuk kalian mengerti apa sedang yang kukatakan. Tapi percayalah, bahwa ada saatnya kalian akan merasa buruk, terlebih ketika melihat mereka (yang kalian cinta) yang tidak bisa kalian buat bahagia.

Tapi di dalam hidup kita akan selalu dihadapkan pada pilihan, bukan?

Dalam hal ini aku harus memilih. Menjadi lebih baik atau melepasnya bertemu dengan yang lebih baik.

Menurut kalian, apa yang akan kulakukan?

1 Sep 2014

Eksistensi Vs. Privacy

Sebenarnya kita lebih butuh mana, eksistensi atau privacy?

Pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh dosen saya di kelas Isu-Isu Kontemporer Komunikasi, saat kami tengah membahas apa dampak dari menjamurnya socmed seperti saat ini.

Facebook, Twitter, Foursquare, Instagram, Path, dan sebagainya, telah membuat kita (sebagai pengguna) membagi semua hal yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari pada publik. Bahkan sampai pada hal remeh seperti capek-nih-habis-pulang-kerja atau hari-ini-panas-banget-ya atau kamu-jahat!

What we are doing ya sebenarnya?

Kalau dikaitkan dengan pertanyaan di atas, jelas bahwa jawabannya adalah kita lebih butuh eksistensi. Apa yang kita lakukan, lagu apa yang kita dengar, film apa yang sangat ingin kita tonton, ke mana kita akan pergi, di mana kita sedang berada, pendapat kita terhadap sebuah fenomena, game apa yang sedang kita mainkan, dengan siapa kita sedang menjalin hubungan, dan masih banyak lagi, semua itu terpampang di akun-akun socmed yang kita punya. Iya apa iya? :D

28 Agu 2014

Sepatu

Beberapa hari yang lalu saya membeli sepatu baru. Warnanya cokelat muda. Nyaman di kaki. Paling tidak itu yang saya rasakan ketika mencoba sepatu itu di toko. Ketika pada akhirnya saya memutuskan untuk memilih si sepatu cokelat muda ini dari sekian banyak pilihan sepatu yang ada.

Beberapa hari kemudian saya memakai sepatu itu ke kampus. Awalnya saya berjalan dengan nyaman. Tapi lama-lama kaki saya mulai terasa sakit. Kulit kaki di bagian belakang saya terkelupas karena bergesekan dengan sepatu. Saya mencopot sepatu tersebut, lalu memperhatikan bagian belakangnya dengan seksama.

Setiap kali memakai sepatu baru, kaki saya terluka di bagian yang sama. Inilah sebabnya mengapa saya tidak bisa menjadi 'pemburu sepatu' seperti perempuan lainnya, yang bahkan bisa punya koleksi sepatu satu lemari. Karena setiap memakai sepatu baru, kaki saya harus beradaptasi lagi. Proses adaptasi yang menyakitkan dan menimbulkan luka.

23 Agu 2014

52 Hal yang Dapat Membuat Sedih


  1. Dicuekin.
  2. Sms gak dibales.
  3. Bbm gak cepet di-read.
  4. Atau di-read doang. tapi gak dibales.
  5. Parahnya lagi kalau doi gak mau bagi pin :(
  6. Whatsapp gak cepet dibales.
  7. Telpon gak cepet diangkat.
  8. Dan indikasi-indikasi dicuekin yang lainnya selain pada poin-poin no. 2 sampai 7.
  9. Kalau makan gak pake kerupuk.
  10. Atau toko yang jual kerupuk tutup :(
  11. Buntu sama skripsi.
  12. Bingung sama skripsi.
  13. Tiap kali inget revisian skripsi.
  14. Oke stop jangan bahas skripsi :(
  15. Mau konsul tapi antri. Urutan ke 12 pula.
  16. Trus dosennya belum dateng.
  17. Dosen dateng tapi mau nguji kompre jadi gak buka konsul.

19 Agu 2014

Nyanyian Rindu

Hujan. Pondok bambu. Sebuah lagu berjudul nyanyian rindu.

Hening melingkup udara di antara kita. Hanya bunyi tetesan air hujan yang terdengar di luar sana.

Kau memantik api pada sebatang rokok yang terselip di jarimu. Sedangkan aku sibuk dengan menggeser-geser layar ponsel yang sedang kugenggam. Secangkir kopi panas ada di hadapanmu. Dan aku dengan minuman favoritku, apalagi kalau bukan teh susu.

Nyanyian rindu. Lagu yang kau putar waktu itu. Lagu rindu paling romantis di dunia katamu. Aku tertawa mengejek. Seleramu tua, begitu ucapku. Namun mau tidak mau aku ikut mendengarkan lagu itu. Dan tanpa kau tau, sejak itu Nyanyian Rindu masuk ke dalam daftar lagu kesukaanku.

Bila saja kau ada di sampingku
Sama-sama arungi danau biru
Bila malam mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah