Siang itu sangat ramai karena bertepatan dengan jam bubar kelas di kampus. Tiba-tiba sosoknya muncul dari balik pintu..
*jeng jeng jeng
Dengan hem berwarna hitam yang lengannya digulung sampai ke siku, he looks cute as usual. Satu detik... lima detik.. sepuluh detik.. aku mematung untuk beberapa saat. Kesadaranku menguap seketika itu juga hanya karena keberadaannya, hanya karena dia ada. Yap, dia ada dihadapanku. Hanya beberapa meter dari tempatku berdiri saat itu. Setelah kesadaranku kembali, secepat kilat aku membalikkan tubuh, lalu perlahan berjalan ke sebuah papan pengumuman terdekat. Semoga dia belum melihatku, begitu batinku. Pandanganku fokus pada poster – poster di papan pengumuman, walaupun hati dan pikiranku sebenarnya samasekali tidak tertuju pada poster - poster tidak jelas tersebut. Dan aku baru bisa bernapas lega setelah yakin bahwa dia sudah melewatiku. Aku membalikkan tubuh lagi, mengintip dari balik papan pengumuman.
Dia terlihat sedang antri di depan lift, menekan tombol lift beberapa kali. Sepertinya dia sedang terburu-buru. Beberapa saat kemudian pintu lift terbuka dan membawa pergi sosok yang ku kagumi itu dari pandanganku.
Kerinduan ini sedikit terobati. Walaupun hanya melihatnya dari jauh selama beberapa detik. Oke ralat, beberapa menit mungkin, jika dihitung mulai dari kemunculannya di pintu. Sudah seminggu belakangan ini aku tidak melihatnya di kampus. Cuma status facebook, twitter, dan status BBMnya yang aku temui setiap hari. Kondisi ini sukses membuatku uring-uringan. Kemana sih orang itu? Sesibuk itukah sampe ga pernah muncul di kampus? 2 pertanyaan yang sering kuteriakkan didalam hati. Dan sungguh.. rindu itu benar-benar mengganggu !